Dikisahkan suatu ketika, ada seorang gadis yang pindah dari kota, Nama gadis tersebut Selvi, dia mempunyai penyakit yang aneh sehingga dia dijauhi oleh teman2nya. Dia pindah bersama kakaknya, namanya Ervan. Pada suatu hari si gadis bermain di taman. Dia berjumpa dengan 3 anak gadis anak daerah situ.
“Hai” Selvi menyapa ketiga gadis.
“Siapa kamu? Sok kenal aja” tanggapan salah seorang gadis.
“Boleh kenalan ndag? Aku Selvi nak baru di sini.” Selvi memperkenalkan diri.
“Ogah amat kami kenalan ama kamu, rupa gak katuan kayak githu.” Bentak salah seorang gadis yang lain.
“Kalian apa-apaan sieh? Dia cumin mau kenalan ma kita aj, apa masalahnya?”Kata gadis yang lain lagi.
“Maafin temen-temen ku ya! Owh ya , aku Sintia, yang dikanan ku Friska,dan yang dikiri Luna”kata gadis itu lagi.
“Owh gak papa kok, aku ngerti. Owh ya, boleh gak aku jadi temen kalian?” Ucap Selvi.
“Amit-amit deh,aku temenan ma kamu.”jawab Friska.
“iya ya daripada disini yuk pergi aja yuk!” kata Luna mengajak pergi.
Friska dan Luna pun Pergi, tetapi tidak untuk Sintia.
“Aku amu kok jadi temen kamu,maafin ya mereka!” jawab Sintia sambil bersalaman dengan Selvi dan mengajak duduk disampingnya.
“Owh ya,kamu kenapa mau berteman deengan ku padahal aku punya penyakit yang aneh, yang membuat wajahku jadi begini?” Tanya Selvi kepada Sintia dengan tatapan ingin tahu.
“Aku mencari teman bukan sekedar teman yang baik luar, tapi yang baik dalam. Ku lihat kamu orngnya baik,jadi ku pengen berteman dengan mu.” Jawab Sintia penuh ketulusan.
“Makasih ya Sin, kamu mau jadi temanku.”Ucap Selvi kepada Sintia dengan tersenyum bahagia.
“Selvi…Selvi…. Kamu dimana?” teriakan Ervan mencari adiknya Selvi.
Kemudian Ervan menjumpai adiknya, sedang duduk dan asik mengobrol dengan seseorang. Yang Ervan belum kenal.
“Selvi,kamu kemana aja kakak cariin dari tadi tauk.” Ervan menepuk bahu Selvi.
“Ech kak Ervan, maaf kak q cari teman baru.”sambil berbalik melihat kak Ervan.
“Nie Sintia kak, teman baruku” Selvi memperkenalkan teman barunya kepada kak Ervan.
“Hai Sintia makasih ya dah mau jadi teman adik ku”sapa kak Ervan kepad Sintia sambil bersalaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar